Sabtu, 02 Agustus 2014

Seminar Jaminan Kesehatan Nasional GPFI, PMMC dan BPJS

GP Farmasi Indonesia dan PMMC bersama UBM menggelar pameran CPhI SEA yang dilaksanakan 20 - 22 Mei 2014 yang bertempat di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran Jakarta.
Dalam sesi acara pameran diadakan seminar yang membahas mengenai program  Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dicanangkan oleh pemerintah untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat.
Bersama GP Farmasi Indonesia (GPFI), PMMC dan Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) membuka seminar untuk pengunjung dan peserta pameran tentang JKN yang mulai diaplikasikan pada 1 Januari 2014.
Sebagai pembicara dan narasumber dari BPJS bapak Purnawarman Basundro dan sebagai moderator bapak Kendrariadi Wakil Sekjen GPFI sekaligus Ketua Umum PMMC.
Peserta yang hadir lebih kurang 70 orang, antara lain peserta pameran, pengunjung dari industri farmasi dan mahasiswa.
CPhI SEA 2014 akan menghadirkan bahan baku obat inovatif dengan kualitas tinggi sehingga memudahkan ketersediaan obat-obatan terjangkau, terutama di Indonesia terkait dengan pelaksanaan JKN.
Kepesertaan JKN adalah wajib bagi semua penduduk Indonesia yang berjumlah 257,5 juta jiwa dan ditargetkan akan terlaksana paling lambat per 1 Januari 2019.
Menurut bapak Purnawarman Basundro, obat memiliki peran penting dalam layanan kesehatan dengan menyerap 35% - 40%  dari seluruh komponen biaya di puskesmas maupun rumah sakit. “Ketersediaan obat inovatif dan berkualitas sangat dibutuhkan, disinilah peran industri farmasi untuk memproduksi obat-obat berkualitas namun terjangkau oleh pemerintah”.
Dengan tingginya impor bahan baku obat yaitu lebih dari 90% merupakan tantangan bagi pemerintah. Menurut Ketua Umum PMMC dan Wakil Sekretaris Jenderal GPFI, “Mayoritas bahan baku masih didominasi Cina dan India sebesar 60%, padahal produk farmasi dalam negeri juga sudah memenuhi standar yang ditetapkan oleh BPOM yaitu CPOB dan sebagian sudah memenuhi standar cGMP. (tph)

0 komentar:

Posting Komentar